NGULIE BETAWI

Makan Dikit Bikin Begah

Contact us

  • Facebook
  • Twitter
  • Instragram
  • Path
  • Resep Membuat Uli
  • Bermacam-macam Uli
  • Beraneka Pendamping Uli

    Senin, 24 Oktober 2016

    Sejarah Kuliner Betawi

    Diposting oleh Unknown di 08.34
                    Daerah   Khusus   Ibukota   Jakarta (DKI   Jakarta, Jakarta   Raya)   adalah ibu
    kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di  Indonesia yang memiliki
    status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah
    dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).
    Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk
    berjumlah 9.607.787 jiwa (2010).Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan
    keenam dunia

                    Dalam proses perjalanannya tradisi Betawi menerima masukan luar yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan tradisi etnik lain. Hal ini mengingat fungsi pelabuhan Kalapa yang dikunjungi oleh berbagai bangsa. Kini kota yang didiami oleh komunitas Betawi telah mengemban   multi   fungsi  apalagi   dalam   era   globalisasi informasi. Perubahan-perubahan
    Dalam masyarakat ibukota berjalan dengan cepat. Sementara itu generasi penutur dan pelaku folklore Betawi  yang  masih dekat hubungannya dengan  “sumber”  sudah semakin habis ditelan usia. Karena itulah diperlukan usaha pengumpulan dan pengarsipan folklore sebelum generasi ini berlalu sama sekali.
                    Dari pengalaman berkomunikasi dengan orang-orang tua (Betawi), dapat dituturkan kembali   bahwa   proses   kehadiran   makanan tradisional Betawi tak lepas dari proses percampuran budaya antar etnik dan antar bangsa. Kita ketahui bahwa sejak abad ke 2, tanah Jakarta,   khusunya   kawasan   Pelabuhan   Kalapa,   telah   menjadi   kawasan   internasional. Maksudnya, di Pelabuhan Kalapa sudah terjadi interaksi antar etnik maupun bangsa secara intensif. Interaksi itu melahirkan proses asimilasi yang ketat sehingga memunculkan outputyang unik dan khasdada.
    Read More
    Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)

     

    About Me

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Blog Archive

    • ▼  2016 (10)
      • ▼  Oktober (10)
        • 13 Manfaat Tape Bagi Manusia
        • Tabel Komposisi Gizi Tape
        • Jenis - Jenis Tape
        • Khasiat Dan Manfaat Tape Ketan Bagi Kesehataan Man...
        • Membuat Tape Uli Manis
        • Uli Bakar Dengan Sambal Oncom
        • Kuliner Betawi Tetap Eksis
        • Sejarah Kuliner Betawi
        • Ketan Uli, Simbol Kebersamaan Masyarakat Betawi
        • Resep Uli Betawi

    Followers

     
     

    Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger